Sunday, 8 April 2018

“Living Out Your Faith with Joy – 5” (Flp. 2:12-18)


“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”
Filipi 2:12

Simon Stylites, seorang biarawan dari Syria duduk di atas pilar setinggi lima puluh kaki untuk menghindari kontak dengan dunia. Anthony, seorang pertapa Mesir menjalani sebagian besar hidupnya di padang pasir. Baik Simon maupun Anthony meyakini menjadi seorang rohaniawan artinya menjauhkan diri dari kehidupan dunia. Gaya hidup seperti ini dikenal dengan istilah asketisme yang bercirikan hidup berpantangan dengan kenikmatan-kenikmatan duniawi, dengan tujuan untuk mencapai maksud-maksud rohani. Dalam taraf tertentu para penganut asketisme ini rela menyiksa dirinya dengan cara tidur di atas ranjang paku sebagai bukti penyangkalan diri.
Sejarah membuktikan bahwa asketisme telah dipraktekan oleh berbagai agama antara lain agama Budha, agama Hindu, agama Jaina, agama Yahudi bahkan agama Kristen. Memasuki abad kelima orang-orang Kristen mulai menganut asketisme dengan memisahkan diri dari dunia. Para biarawan dan biarawati dipisahkan melalui tembok gereja yang tinggi agar tidak tercemar oleh dunia. Ide seperti ini sama sekali bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Paulus kepada jemaatnya di Filipi di awal-awal gereja didirikan. 
Rupanya dengan berjalannya waktu gereja mulai menyimpang dari panggilannya. Tidak salah dan sudah seharusnya orang Kristen menarik dirinya untuk berduaan dengan Allah melalui doa dan pembelajaran firman Tuhan, namun itu semua dilakukan bukan untuk menjauh dari dunia melainkan justru untuk melengkapi dirinya bagaimana seharusnya menjalani kehidupan di dunia ini. Bagi Paulus menjadi orang Kristen artinya terjun ke dalam dunia untuk menjadi terang bagi dunia sehingga Kristus diberitakan baik secara verbal maupun tingkah laku (15). 
Sebagai orang Kristen kita dipanggil untuk menjalankan perintah-perintah Allah dengan takut dan gentar (12) dengan tidak bersungut-sungut (14) melainkan dengan penuh kerelaan hati untuk berkorban (17) dan dengan penuh sukacita (18).

No comments:

Post a Comment