“Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.”
Filipi 2:20-21
Sir Edmund Percival Hillary (1919-2008) adalah seorang pendaki gunung. Ia menjadi terkenal karena ialah yang pertama kali menaklukkan Gunung Everest, puncak tertinggi Pegunungan Himalaya. Edmund menginjakkan kakinya di puncak Gunung Everest pada tanggal 29 Mei 1953, diketinggian 8.850 meter. Edmund dapat tiba di Puncak gunung Everest dengan selamat bukan karena ia mampu mendaki seorang diri melainkan karena ada 150 orang pendaki professional yang menyertainya dan 750 orang pendukung yang mempersiapkan perbekalan serta seorang pemandu lokal dari Nepal yang bernama Tenzing Norgay.
Sekalipun Edmund adalah seorang pendaki gunung yang sangat berpengalaman namun ia masih perlu didukung oleh satu tim yang solid untuk mencapai puncak Gunung Everest. Begitu pula Paulus, seorang rasul yang sudah sangat berpengalaman dengan integritas yang tidak perlu diragukan dan tingkat kedewasaan rohani di atas rata-rata tetap masih memerlukan pertolongan orang lain. Paulus bisa bertahan menghadapi penderitaan di penjara baik secara fisik maupun mental karena ada Timotius dan Epafroditus yang dengan setia menolong, menguatkan, mendoakan, melayani dan menemaninya.
Paulus tanpa ragu dan dengan segala kerendahan hati menyampaikan penghargaan dan pujiannya Timotius dan Epafroditus kepada jemaat di Filipi melalui surat yang ditulisnya sebagai rekan kerjanya yang sehati sepikir (20), tidak mementingkan diri sendiri (21), setia (22) bahkan rela mengorbankan nyawanya demi pekerjaan Kristus (30).
Gereja sebagai tubuh Tuhan Yesus Kristus bisa bertahan dan bertumbuh bukan karena pekerjaan satu orang melainkan diperlukan kesatuan dan kerja sama dari seluruh jemaat yang bahu membahu bekerja bagi Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala gereja-Nya. Gereja bisa berjalan sesuai dengan panggilannya hanya jika jemaat di dalamnya bisa saling menolong, saling menghargai, saling melayani dan saling merendahkan hati satu dengan yang lainnya. Mari kita tingkatkan kebersamaan kita membangun gereja-Nya demi kemuliaan-Nya.
No comments:
Post a Comment